Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Udara terhadap Temperatur dan Kelembapan pada Oven Pengecatan Bodi Kendaraan

Authors

  • Aditya Asadifa Saputra Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang
  • Hasan Maksum Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang
  • Donny Fernandez Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang
  • Iffarial Nanda Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/jtpvi.v3i4.377

Keywords:

sirkulasi udara, oven pengecatan, temperatur, kelembapan relatif, sistem ventilasi, perpindahan panas konveksi

Abstract

Kualitas pengecatan bodi kendaraan sangat ditentukan oleh proses curing di dalam oven, yang bergantung pada kestabilan temperatur dan kelembapan udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecepatan sirkulasi udara terhadap temperatur dan kelembapan relatif di oven pengecatan dengan metode eksperimen kuantitatif. Pengukuran kecepatan udara, temperatur, dan kelembapan dilakukan menggunakan anemometer, sensor temperatur digital, dan sensor kelembapan pada tiga variasi kecepatan kipas (0,91; 2,67; 3,89 m/s) selama 20 menit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan sirkulasi dari 0,91 menjadi 3,89 m/s meningkatkan temperatur rata-rata oven dari 52,5 °C menjadi 59,5 °C dan menurunkan kelembapan relatif dari 38,0% menjadi 33,5%. Analisis keseragaman pada tiga titik ukur menghasilkan koefisien variasi < 5%, menandakan distribusi udara yang sangat seragam. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang tepat mampu meningkatkan perpindahan panas konveksi, efisiensi curing, dan kualitas pengecatan bodi kendaraan.

The quality of vehicle body painting is strongly determined by the curing process in the oven, which depends on stable air temperature and humidity. This study analyzes the effect of air circulation speed on oven temperature and relative humidity using a quantitative experimental method. Air velocity, temperature, and humidity were measured with an anemometer, digital temperature sensor, and humidity sensor at three fan-speed settings (0.91, 2.67, and 3.89 m/s) during 20-minute curing cycles. The results show that increasing air-circulation speed from 0.91 to 3.89 m/s raises the average oven temperature from 52.5 °C to 59.5 °C and reduces relative humidity from 38.0% to 33.5%. Uniformity analysis at three measurement points yields coefficients of variation below 5%, indicating highly uniform airflow distribution. These findings demonstrate that properly designed ventilation and air-circulation systems can enhance convective heat transfer, improve curing efficiency, and increase the consistency of automotive body-paint quality.

References

[1] E. Haryanto and B. P. Ichtiarto, “Analisa penurunan cacat (defect) cat bintik debu dengan metodologi six sigma pada proses painting produk fuel tank di PT. SSO Tangerang,” J. PASTI, vol. 13, no. 3, pp. 326–337, 2019, doi: 10.22441/pasti.2019.v13i3.009.

[2] Sutrisno, “Pengaruh Suhu Pemanasan terhadap Kualitas Lapisan Cat pada Proses Finishing Logam,” Jurnal Teknik Industri dan Otomotif, vol. 5, no. 2, pp. 33–39, 2020.

[3] E. Chilton, “Effect of Temperature and Humidity on Paint,” Arizona Painting Company, [Online]. Available: https://arizonapaintingcompany.com/affect-of-temperature-and-humidity-on-paint/

[4] D. A. Tyagita, A. W. Pratama, and D. B. Aprianto, “Variation of tinner level and drying temperature on quality of ABS vehicle bodies painting,” J-Proteksion, vol. 4, no. 1, pp. 11–15, 2019, [Online]. Available: https://core.ac.uk/download/pdf/288194768.pdf

[5] R. Siregar and T. Abidin, “Pengaruh besar temperatur dan lama pemanasan terhadap daya lekat cat pada oven portable dalam pengecatan bodi mobil,” Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada, vol. 10, no. 1, 2020, [Online]. Available: https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/4578917.

[6] K. Brahmaseta Hermianto and F. Yasa Utama, “Pengaruh drying process terhadap finishing top coat pada pengecatan komponen bodi kendaraan bermotor,” J. Pendidik. Tek. Mesin, vol. 6, no. 3, pp. 215–224, 2018.

[7] T. L. Bergman, A. S. Lavine, F. P. Incropera, and D. P. DeWitt, Introduction to Heat Transfer, 7th ed. Hoboken, NJ, USA: Wiley, 2016.

[8] M. Mobedi and G. Gediz Ilis, Fundamentals of Heat Transfer: An Interdisciplinary Analytical Approach. Singapore: Springer, 2023, doi: 10.1007/978-981-99-0957-5.

[9] J. P. Liawan, H. Tanujaya, and S. Darmawan, “Analisis aliran udara dan kenyamanan termal di Laboratorium Perpindahan Panas dan Massa menggunakan metode computational fluid dynamics (CFD),” J. Asiimetrik: J. Ilm. Rekayasa & Inov., vol. 5, no. 1, pp. 123–134, 2023, doi: 10.35814/asiimetrik.v5i1.3122

[10] Karnowo, “Pengaruh variasi kecepatan sirkulasi udara terhadap laju pengeringan kayu pada dapur pengering kayu,” Inov. Mesin, vol. 3, no. 2, pp. 29–34, 2021, doi: 10.15294/jim.v3i2.52797.

[11] A. D. Dwi Aksa, D. Fernandez, T. Sugiarto, and I. Nanda, “Implementasi sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja di jurusan teknik kendaraan ringan SMK AL-Anhar Bayang,” JTPVI: J. Teknol. dan Pendidik. Vokasi Indonesia, vol. 3, no. 2, pp. 679–688, 2025, doi: 10.24036/jtpvi.v3i2.292.

[12] M. S. Umar, D. Y. Tadeus, M. Fakhruddin, and A. B. Putranto, “Rancang bangun sistem pengendalian suhu dan kelembaban pada box penyimpanan produk berbahan kulit berbasis mikrokontroller Arduino Uno,” Berk. Fis., vol. 25, no. 1, pp. 27–35, 2022.

[13] S. Muhammad Makruf et al., “Analisis kelembaban udara terhadap tingginya suhu di Sekaran Semarang,” 2025, [Online]. Available: http://jurnalilmiah.org/journal/index.php/Analis

[14] H. Suryantoro, “Prototipe dehumidifier untuk monitoring kelembaban laboratorium biomedis menggunakan sensor DHT22 dan peltier TEC1-12706 berbasis Arduino,” Indones. J. Lab., no. 3, p. 79, 2023, doi: 10.22146/ijl.v0i3.88033.

[15] H. Purwanto, S. R. Andary, and M. Andrianto, “Rekayasa kecepatan angin wind tunnel dan gerak wings pada aerodinamika berbasis alat ukur anemometer,” J. Pengemb. Potensi Lab., vol. 1, no. 2, pp. 61–66, 2022, doi: 10.25047/plp.v1i2.3018.

[16] A. Rachman, Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D, 2024.

[17] R. Panjaitan, Metodologi Penelitian. Kupang, Indonesia: Jusuf Aryani Learning, 2017.

[18] F. Dewi Utami Gayuh, “Pengaruh kecepatan dan arah aliran udara terhadap kondisi udara dalam ruangan pada sistem ventilasi alamiah,” J. Rekayasa Mesin, vol. 3, no. 2, pp. 299–304, 2012.

[19] S. Şahin, “A systematic approach to numerical analysis and validation for industrial oven design and optimization – A case study,” Isı Bilim. ve Tek. Derg., vol. 45, no. 1, pp. 36–46, 2025, doi: 10.47480/isibted.1505298.

[20] K. C. Pandiangan, L. Nurul Huda, A. Jabbar, and M. Rambe, “Analisis perancangan sistem ventilasi dalam meningkatkan kenyamanan termal pekerja di ruangan formulasi PT XYZ,” J. Tek. Ind. FT USU, vol. 1, no. 1, pp. 1–6, 2013.

[21] D. S. Riyadi, A. Ramadhan, and R. A. Firmansyah, “Sistem pemantauan jarak jauh yang mengintegrasikan anemometer, higrometer, dan termometer,” in Proc. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan X, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, 2022, pp. 1–7.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Asadifa Saputra, A., Maksum, H., Fernandez, D., & Nanda, I. (2025). Pengaruh Kecepatan Sirkulasi Udara terhadap Temperatur dan Kelembapan pada Oven Pengecatan Bodi Kendaraan. JTPVI: Jurnal Teknologi Dan Pendidikan Vokasi Indonesia, 3(4), 1017–1026. https://doi.org/10.24036/jtpvi.v3i4.377

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.