Pengujian Campuran Pertamax–Bioetanol Ampas Tebu dan Kulit Nanas terhadap Emisi CO dan HC pada Honda Beat Injeksi

Authors

  • Wahyudi Pratama Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang
  • Wawan Purwanto Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang
  • Dwi Sudarno Putra Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang
  • Ahmad Arif Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/jtpvi.v4i2.466

Keywords:

bioetanol, Pertamax, ampas tebu, kulit nanas, emisi CO dan HC

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan campuran Pertamax dengan bioetanol dari ampas tebu dan kulit nanas terhadap emisi gas buang Honda Beat 2025 sistem injeksi. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan lima variasi bahan bakar, yaitu Pertamax murni (B0), E5 tebu, E10 tebu, E5 nanas, dan E10 nanas. Pengujian dilakukan pada 1500, 2500, 4000, 5500, dan 7000 rpm dengan tiga pengulangan. Parameter yang diamati meliputi CO, CO₂, HC, O₂, lambda, dan AFR menggunakan gas analyzer dan scan tool. Hasil menunjukkan bahwa campuran bioetanol menurunkan rata-rata CO dan HC dibandingkan Pertamax murni. Nilai CO terendah diperoleh pada E10 tebu sebesar 0,410%, sedangkan HC terendah diperoleh pada E10 nanas sebesar 96,20 ppm. Secara deskriptif, E10 tebu menunjukkan penurunan CO paling menonjol, sedangkan E10 nanas menunjukkan penurunan HC paling menonjol dibandingkan variasi bahan bakar lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa bioetanol limbah tebu dan limbah nanas berpotensi sebagai campuran Pertamax untuk mendukung pembakaran yang lebih bersih pada motor injeksi.

This study analyzed Pertamax blended with bioethanol from sugarcane bagasse and pineapple peel on exhaust emissions of a 2025 fuel-injected Honda Beat motorcycle. An experimental method was applied using five fuel variations: pure Pertamax (B0), E5 sugarcane, E10 sugarcane, E5 pineapple, and E10 pineapple. Tests were conducted at 1500, 2500, 4000, 5500, and 7000 rpm with three repetitions. The observed parameters included CO, CO₂, HC, O₂, lambda, and AFR, measured using a gas analyzer and scan tool. The results showed that bioethanol blends reduced average CO and HC compared with pure Pertamax. The lowest CO was obtained with E10 sugarcane at 0.410%, while the lowest HC was obtained with E10 pineapple at 96.20 ppm. Descriptively, E10 sugarcane showed the most prominent CO reduction, whereas E10 pineapple showed the most prominent HC reduction among the tested fuel variations. These findings indicate the potential of sugarcane and pineapple waste bioethanol as a Pertamax blend to support cleaner combustion in fuel-injected motorcycles.

References

[1] Badan Pusat Statistik, Statistik Transportasi Darat 2024, Katalog 8302004, No. Publikasi 06100.25049. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2025.

[2] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penerapan Baku Mutu Emisi Kendaraan Bermotor Kategori M, Kategori N, Kategori O, dan Kategori L. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2023.

[3] P. Iodice and M. Cardone, “Ethanol/gasoline blends as alternative fuel in last generation spark-ignition engines: A review on CO and HC engine out emissions,” Energies, vol. 14, no. 13, Art. no. 4034, 2021, doi: 10.3390/en14134034.

[4] A. Rimkus, S. Pukalskas, G. Mejeras, and S. Nagurnas, “Impact of bioethanol concentration in gasoline on SI engine sustainability,” Sustainability, vol. 16, no. 6, Art. no. 2397, 2024, doi: 10.3390/su16062397.

[5] M. Gajewski, S. Wyrąbkiewicz, and J. Kaszkowiak, “Effects of ethanol–gasoline blends on the performance and emissions of a vehicle spark-ignition engine,” Energies, vol. 18, no. 13, Art. no. 3466, 2025, doi: 10.3390/en18133466.

[6] O. A. Odunlami, O. K. Oderinde, F. A. Akeredolu, J. A. Sonibare, O. R. Obanla, and M. E. Ojewumi, “The effect of air-fuel ratio on tailpipe exhaust emission of motorcycles,” Fuel Communications, vol. 11, Art. no. 100040, 2022, doi: 10.1016/j.jfueco.2021.100040.

[7] M. M. Markiewicz, J. Kaszkowiak, and L. Hujo, “The effect of ethanol in gasoline on exhaust gas components emitted by spark ignition engines,” Combustion Engines, vol. 203, no. 4, pp. 42–49, 2025, doi: 10.19206/CE-206029.

[8] D. Purnama, A. Arif, E. Alwi, and T. Sugiarto, “Analisis penggunaan bahan bakar campuran Pertalite dengan bioetanol dari tebu terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor injeksi,” MSI Transaction on Education, vol. 4, no. 3, pp. 123–134, 2023, doi: 10.46574/mted.v4i3.117.

[9] M. P. Pasaribu, H. Maksum, Wagino, and T. Sugiarto, “Pengaruh bioetanol dari limbah kulit pisang dengan campuran bahan bakar sepeda motor terhadap emisi gas buang,” JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia, vol. 3, no. 1, pp. 595–602, 2025, doi: 10.24036/jtpvi.v3i1.240.

[10] D. Utari, A. H. Daulay, and Masthura, “Optimasi waktu fermentasi untuk peningkatan kualitas bioetanol dari limbah ampas tebu,” Jurnal Redoks, vol. 9, no. 1, pp. 17–22, 2024, doi: 10.31851/redoks.v9i1.14160.

[11] S. T. Mgeni, L. A. Mtashobya, and J. K. Emmanuel, “Bioethanol production from pineapple fruit waste juice using bakery yeast,” Heliyon, vol. 10, no. 19, Art. no. e38172, 2024, doi: 10.1016/j.heliyon.2024.e38172.

[12] D. Novelia, A. Y. Putra, and Y. Sari, “Pemanfaatan berbagai macam limbah menjadi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif,” Jurnal Kimia Mulawarman, vol. 20, no. 1, pp. 39–46, 2022, doi: 10.30872/jkm.v20i1.1130.

[13] C. R. Utami, H. T. Palupi, and Ernawati, “Produksi bioetanol dari hidrolisat ampas tebu sistem selulase B. subtilis dengan variasi waktu dan jenis inokulum,” Indonesian Sugar Research Journal, vol. 4, no. 2, pp. 80–92, 2024, doi: 10.54256/isrj.v4i2.130.

[14] E. S. Yusmartini, Mardwita, and J. Marza, “Bioethanol from pineapple peel with variation of Saccharomyces cerevisiae mass and fermentation time,” Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry, vol. 6, no. 3, pp. 103–108, 2021, doi: 10.24845/ijfac.v6.i3.103.

[15] M. P. Sasongko and A. Setiyono, “Inovasi Pertalite dan bioetanol dari Borassus flabellifer Linnaeus,” Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi, vol. 58, no. 3, pp. 127–136, 2024, doi: 10.29017/LPMGB.58.3.1695.

[16] Zubair, P. Saksono, and M. Ferdnian, “Analisis perubahan rasio bahan bakar dan udara terhadap nilai emisi gas buang sepeda motor,” Al Jazari: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, vol. 10, no. 1, pp. 19–24, 2025, doi: 10.31602/al-jazari.v10i1.16543.

[17] R. Akbar, W. Weriana, R. A. Siroj, and M. W. Afgani, “Experimental research dalam metodologi pendidikan,” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, vol. 9, no. 2, pp. 465–474, 2023, doi: 10.5281/zenodo.7579001.

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Pratama, W., Purwanto, W., Sudarno Putra, D., & Arif, A. (2026). Pengujian Campuran Pertamax–Bioetanol Ampas Tebu dan Kulit Nanas terhadap Emisi CO dan HC pada Honda Beat Injeksi. JTPVI: Jurnal Teknologi Dan Pendidikan Vokasi Indonesia, 4(2), 149–160. https://doi.org/10.24036/jtpvi.v4i2.466

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >> 

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.